Tampilkan postingan dengan label TOYOTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOYOTA. Tampilkan semua postingan


PT Toyota Astra Motor meluncurkan New Toyota Vios bermesin 2NR-FE berikut dibekali transmisi automatic CVT (Continuous Variable Transmission).







“Toyota berkomitmen memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan melalui peluncuran New Vios dengan engine baru berteknologi Dual VVT-i dan transmisi automatic CVT,” kata Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto.

Mesin 2NR-FE Dual VVT-i memiliki kapasitas 1.500 cc, yang juga digunakan pada produk Toyota lainnya, salah satunya Toyota Sienta. Diklaim mesin ini lebih efisien, serta tingkat kebisingan yang lebih rendah ketimbang mesin Toyota Vios sebelumnya.



Dipadukan transmisi CVT dengan teknologi Sequential Shift, membuat Toyota Vios lebih mudah dikendarai dan akselerasinya lebih nyaman. Perpaduan mesin dan transmisi baru ini dklaim membuat konsumsi bahan bakar makin hemat. “Paduan engine dan transmisi terbaru akan semakin menciptakan kenyamanan dan efisiensi dalam berkendara,” ucap Henry.

Di sisi eksterior, sentuhan terbaru pada TRD Sportivo tersemat pada kehadiran new trunk spoiler, dan new sticker design. Sementara penggunaan alloy wheel dengan desain dua warna, machining dan grey terdapat pada TRD Sportivo serta G Grade.



Penambahan sejumlah fitur interior seperti audio entertainment yang dilengkapi dengan DVD AVX internet, dan miracast membuat kabin New Vios makin terasa mewah. Apalagi dengan tampilan baru ornamen AC berwarna silver pada New Vios grade G dan TRD.

“Kehadiran New Toyota Vios merupakan bentuk apresiasi kami atas kepercayaan terhadap pelanggan selama ini terhadap produk-produk Toyota, khususnya di segmen sedan yang pasarnya juga sangat signifikan. Toyota senantiasa berupaya meningkatkan value produknya agar bisa melebihi ekspektasi pelanggan,” kata Henry Tanoto. (www)
Kehadiran Toyota All New Fortuner di Indonesia sudah resmi dipastikan akan meluncur Januari 2016. Perubahan pada Toyota All New Fortuner ini mencakup beragam sektor. Mulai dari tampilan eksterior, interior, mesin, bahkan sampai fitur-fitur terbaru.


Toyota All New Fortuner hadir dengan varian 4x2 2.7 SRZ A/T dengan mesin bensin, serta 4x2 diesel yang hadir pada 2.4 VRZ A/T dan 2.4 G baik transmisi manual maupun otomatis, serta varian 4x4.

Untuk mesin, Toyota All New Fortuner sudah menggunakan teknologi terbaru dari mesin GD dengan VN-Turbo Intercooler untuk diesel dan mesin New TR dengan Dual VVT-i Technology versi bensinnya. Toyota mengklaim performa All New Fortuner akan jauh lebih tangguh dan bertenga dibandingkan generasi sebelumnya.

Mesin tipe GD merupakan generasi baru dari mesin super diesel Toyota. Tidak hanya mampu menghasilkan performa yang lebih besar, namun menekan konsumsi bahan bakar.

Untuk mesin bensin yang menggunakan generasi terbaru, yakni New TR diklaim bisa menghasilkan akselerasi responsif dengan peningkatan tenaga dan mendukung efisiensi bahan bakar yang lebih optimal.

Kedua mesin tersebut diakui Toyota memiliki karakter lebih halus dan minim getaran, bahkan di RPM rendah torsinya sudah cukup menyuplai tenaga dengan baik. Sistem transmisi, baik varian manual dan otomatis akan menggunakan 6 percepatan yang hadir dengan dilengkapi fitur Eco dan Power Mode untuk varian otomatisnya.


Eksterior-interior Toyota All New Fortuner

Guna memberikan kesan yang lebih segar untuk calon konsumenya, Toyota akan menghadirkan dua pilihan warna terbaru, yakni Avantgarde Brown Metallic dan Phantom Brown Metallic.

Pengoperasian pintu bagasi juga dibuat lebih praktis untuk memudahkan penggunanya melalui fitur Power Back Door yang dioprasikan secara otomatis.

Sedangkan dari sisi interior, Toyota All New Fortuner baik tipe VRZ dan SRZ akan mengusung konsep luxury dengan bergam pembaruan. Mulai dari new advance entertainment system, sampai perangkat keselamatan untuk para penumpangnya. Peningkatan ini menjadikan Fortuner naik kelas menuju segmen premium SUV.



sumber: www
Tokyo Auto Salon 2016 yang berlangsung pada 17-19 Januari lalu menjadi ajang pamer Toyota 86 bagi masing-masing tuner. Sebanyak 8 mobil Toyota 86 ini menjadi perhatian pengunjung akan hasil modifikasinya, entah dari tampilan maupun performanya.



Yang pertama yaitu Gazoo Racing tetap mengandalkan mesin boxer 2.000 cc bawaan Toyota 86. Namun dibekali aero kit diikuti perangkat karbon, rem besar, jok Recaro dan lainnya. Mobil ini hanya tersedia di pasar Jepang, dan sudah habis terjual sebanyak 100 unit.





Kedua yaitu Up Garage yang menampilkan Toyota 86 GT300 untuk balap Super GT di Jepang. Di balik kap mesin terbenam V8 naturally aspirated engine untuk mem-produce 394 HP dikoneksikan ke transmisi 6-speed paddle shifted. Mobil ini dipiloti oleh Yuki Nakayama yang merupakan F1 test driver.





Ketiga yaitu Yashio Factory yang pernah membuat Nissan dengan catatan waktu dibawah 1 menit di sirkuit Tsukuba, tepatnya 57 detik. Tidak diketahui performanya, namun tuner ini menampilkan Toyota 86 dengan aero kit dari Blitz, yang kemudian dilaburi warna pink.





Keempat yaitu Jun Auto yang menampilkan Toyota 86 dengan segelintir ubahan di bodi, maupun mesin boxer-nya. Aneh, karena sebenarnya doi pernah memodifikasi Subaru BRZ dengan 2 unit mesin motor yang digabungkan menjadi V8, dan dinamai Synergy V8 BRZ namun tidak ditampilkan.





Kelima yaitu DAMD, dimana Toyota 86 racikannya tampil lebih mewah mirip seperti Aston Martin Vantage. Hal tersebut dapat dilihat dari bemper berikut grille depannya. Namun tuner ini juga mengubah bemper belakang, spoiler, dan garnish di fender.





Toyota 86 keenam ini dinamakan Mama’s 86 By Papa, yang tampil warna pink. Namun dibalik itu terdapat bodi kit Varis untuk mendongkrak penampilan, velg Volk ZE40, tidak lupa mesin yang disematkan turbo kit.





Ketujuh dari BN Sports yang menampilkan Toyota 86 dengan sejumlah ubahan bagian bodi untuk membuatnya lebih kekar. Kabarnya, bodi kit ini dijual dengan harga 5.000 Dollar AS, dan bisa dibeli ketengan alias satuan.





Yang terakhir adalah Blitz. Sama seperti tuner lainnya yaitu mengubah bagian bodi Toyota 86-nya, diikuti mesin yang disematkan turbo lansirannya.




source: www
Pak De Bei pernah memiliki 1 unit Toyota Corona RT100 Deluxe lansiran 1976 berkondisi serba original dan sangat terawat, yang kemudian sekitar tahun 2012 silam sempat berpindah tangan kepemililikannya. Untungnya, Toyota Corona RT100 Deluxe berkelir hijau muda (apple green) ini hanya berpindah tangan ke salah satu teman Pak De Bei yang tinggal di Bandung, Jawa Barat dan kebetulan juga sesama penghobi mobil tua. Alasannya, ketika itu teman Pak De Bei itu sangat terkesan dengan karpet interior Toyota Corona RT100 Deluxe ini yang masih original dan sangat terawat. Lagian ketika itupun Pak De Bei tengah membutuhkan biaya demi menyambut Hari Raya Idul Fitri 2012.



Nah…pepatah “jika jodoh tak akan lari kemana” tadi seolah-olah langsung menjadi kenyataan ketika beberapa minggu lalu, Toyota Corona RT100 Deluxe bertransmisi manual ini akhirnya bisa kembali ke pangkuan Pak De Bei. Namun sayangnya kondisi Toyota Corona RT100 Deluxe ini sudah tidak lagi seoriginal sebelumnya. Tercatat ada beberapa penambahan dan perbaikan di tubuh Toyota Corona RT100 Deluxe ini.





“Saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2012 lalu, mobil ini sempat saya lepas ke rekan sesama penggemar mobil antik. Tapi tak disangka dan tak diduga menjelang Lebaran 2015 ini, Corona ini akhirnya bisa kembali ke garasi saya. Bedanya sekarang kondisinya sudah tidak 100 persen original standart pabrik,”







Pada eksteriornya, Pak De Bei menambahkan semacam side marker tempo dulu berbentuk tiang kecil. Side marker ini sengaja ditambahkan pada bagian depan-kiri demi menonjolkan kesan jadul pada tubuh Toyota Corona RT100 Deluxe berpintu 4 ini.







Terlebih lagi lampu-lampu, emblem-emblem, dan spion model tanduk asli bawaan mobil masih melekat diatas fender depan. Kontan saja nuansa retro atau jadul semakin terlihat jelas. Spion jenis ini lazim terlihat pada mobil-mobil yang diproduksi era 1970-an hingga 1980-an.





Perubahan juga terjadi pada sektor interior. Setir kemudi yang awalnya masih terasa berat diputar, kini sudah enteng digerakkan lantaran oleh pemilik sebelumnya, sistem kemudi Toyota Corona RT100 Deluxe ini sudah mengadopsikan piranti power steering.







Bagian kabin depan dekat tuas perseneling yang awalnya tampak kosong melompong, kini sudah terisi oleh konsol boks dan headunit yang merupakan aksesoris optional untuk Toyota Corona RT100 Deluxe pada masanya.





Tapi kalau dilihat secara keseluruhan, interior Toyota Corona RT100 Deluxe ini bisa dikatakan hampir seluruhnya masih original bawaan pabrik. Tengok saja panel-panel dan indikator-indikator pada dashboard, doortrim, plafon, hingga asbak bagi penumpang belakang yang terletak pada bagian belakang jok depan. Tak terkecuali sektor bagasi yang masih dilengkapi ban cadangan, kunci-kunci, dan dongkrak asli.





“Bedanya sekarang interiornya sudah ditambah power steering oleh kakak rekan saya di Bandung. Tetapi penambahan itu ada untungnya juga. Karena paska stroke ini saya ingin punya mobil yang enteng kemudinya untuk dinikmati. Hehehehe….,” jelas pria ramah yang tinggal di seputaran Bumi Serpong Damai ini.





Sementara untuk mesinnya, secara jujur Pak De Bei menginformasikan bahwa sumber tenaga Toyota Corona RT100 Deluxe ini belum pernah mengalami perombakan atau yang biasa disebut ‘turun mesin’. Tapi yang namanya penggantian beberapa ‘moving parts’ sudah pasti terjadi.





Lantas supaya tampilan ruang mesin terlihat lebih segar dan sesuai dengan apa yang tertera pada brosur resmi Toyota Corona RT100 Deluxe, Pak De Bei mengganti tabung reservoir berikut dengan cairannya dengan yang baru dan pastinya original. Kebetulan Pak De Bei memiliki stok barangnya.





Sebagai pelengkap, velg asli yang tadinya terlihat ‘telanjang’, kini sudah dilengkapi dengan dop original khusus Toyota Corona RT100 Deluxe. Lengkap juga dengan wheel hub model baling-baling yang mirip seperti yang digunakan pada mobil tempo dulu.





“Wheel hub baling-baling ini sengaja saya pasangi karena saya mau bagian velg-nya mobil ini terlihat mirip seperti velg Corona punya bapak saya. Waktu itu saya masih anak-anak,” ujar Pak De Bei seraya mengakhiri sesi wawancara.
Kebesaran nama Toyota 86 rupanya tak berhenti hanya dengan mengeluarkan varian Convertible terbarunya itu beberapa waktu lalu.



Hal ini dibuktikan dengan akan munculnya varian Toyota 86 versi atap terbuka alias Convertibel pada 2013 mendatang. Dilansir dari AutoCar, Toyota akan segera menampilkan generasi Toyota 86 Convertible tepatnya pada ulan Maret 2013 saat gelaran Geneva Motor Show.

Para insinyur Toyota telah memilih menggunakan model soft-top agar dapat menjaga berat minimum dari si sport car Toyota ini, selain itu bagian kursi belakang juga kabarnya akan ditiadakan sehingga membuat mobil murni hanya mempunyai 2 kursi penumpang. Mengenai tenaganya kemungkinan besar akan tetap sama dengan varian sekarang yang memiliki mesin boxer berkapasitas 2.0L dan mampu menghasilkan tenaga hingga 200 hp.

Mengenai spesifikasi lengkapnya, tunggu kabar selanjutnya.
Umumnya mobil besar menjadi salah satu pilihan sebagai kendaraan keluarga, tak salah bila segment SUV menjadi incaran mobil keluarga karena tingkat kenyamanan dan akomodasi muatannya.



Toyota Fortuner VNT dan Chevrolet Captiva VCDi merupakan salah satu SUV incaran keluarga, karena selain diklaim mesin diesel jauh lebih irit dan memiliki torsi yang lebih besar juga karena tingkat kelapangan kabin yang membuat penumpangnya merasa nyaman. Namun tentu masih ada segi plus-minus dan kekurangan dari tiap kendaraan, apa saja ? simak ulasannya...

Toyota Fortuner VNT


Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Datang sebagai mobil SUV sudah tentu Fortuner memiliki dimensi interior yang lapang, baik untuk penumpang maupun disisi bagasinya. Dari hasil pengamatan antara Fortuner diesel yang lama dengan yang saat memang tak ada perbedaan desain interiorya alias masih sama. Ruang depan antara pengendara dan penumpang samping memang cukup lapang, bahkan bagi seukuran rata-rata orang dewasa di Indonesia Fortuner malah terlalu besar. Selain itu adanya ornamen bertemakan wood panel makin membut Fortuner terasa elegan.

Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Jok dengan model two-tone tampak mewah dan memberi kesan fresh dan nyaman, begitu juga untuk baris keduanya tingkat kelapangan masih cukup mempuni sehingga saat melakukan perjalanan panjang bersama Fortuner penumpang akan merasa nyaman. Namun sedikit dilema bagi orang yang memiliki tinggi tubuh sekitar 170 cm, karena ketika ia duduk dibaris ke-2 atap Fortuner terasa pendek, hal yang sama juga terasa ketika duduk dibangku baris ke-3. Namun meski bermodalkan mesin diesel raungan mesinnya terasa tak begitu bising hingga masuk kedalam interior.

Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Tingkat kenyamanan lain yang didapat dari Fortuner adalah mengenai jarak ground clearancenya yang tinggi hingga menguntungkan ketika meibas dijalan-jalan rusak, ditambah penggunaan suspensi Double Wishbone lengkap untuk stabilizer dibagian depan dan 4 Link dengan Lateral Rod dibagian belakang yang mampu memberikan efek redam cukup baik.

Chevrolet Captiva VCDi

SUV asal Amerikan ini memiliki gen 7 penumpang, ruang kabinya dalam terasa cukup nyaman dan lapang. Desain eksterior yang kompak cukup terasa juga hingga bagian ruang interiornya. Sayang Captiva hanya dimodali dengan jok berbahan fabric hingga membuat tampilan interiornya tak senyaman Fortuner.

Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Meski memiliki sisi leg room yang yang tak kalah dengan Fortuner namun tetap saja hal ini hanya berlaku pada sisi pengendara hingga baris kedua, sedangkan di barisan belakang yang terdapat dua jok penumpang lagi terasa tak berfungsi akibat ruang kaku yang terkesan memaksa, jadi jangan harap anda bisa bernyaman-yaman ria ketika berada dibarisan belakang. Satu hal yang menjadi point lebih dari interior VCDi yaitu tingkat kekedapannya hingga suara bising diluar dapat diredam dengan baik sehingga tak menggangu kenyamanan di dalam kabin.

Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Kelebihan lain yang dimiliki oleh Captiva VCDi dalam hal kenyamanan adalah suspensi MacPherson Sturt with Coil Spring dan Independet 4 Link with Coil Spring dibagian belakangnya. Sistem 4 link levelizer pada suspensi belakang memberikan kenyamanan yang cukup baik di hampir semua jenis permukaan jalan. Dengan teknologi ini suspesni New Captiva akan mendeteksi berat beban yang ada di kabin dan melakukan settingan secara otomatis. Dengan begitu, mobil tidak akan terlihat membawa muatan berlebih dan menyesuaikan kekerasannya dengan medan yang dilalui.



Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Kesimpulan:

Secara garis besar lagi-lagi mengenai kenyamanan Fortuner lebih unggul mengingat desain interiornya yang dibuat sedemikian rupa hingga menjamin kenyamanan para penumpangnya. Untuk Captiva sendiri meski memiliki teknologi yang dapat dikatakan canggih dalam hal suspensi, tapi rasanya perlu sedikit adanya pembenahan di materi interior khusus bagian jok.
Umumnya mobil berukuran besar layaknya SUV mapun MPV memiliki titik kelemahan handling yang kurang greget, alias nggak lincah.

Toyota Fortuner VNT


Nah diantara Toyota Fortuner dan Chevrolet Captiva kira-kira siapa yang memiliki handling lebih baik sebagai SUV Diesel keluarga?

Toyota Fortuner VCDi

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Datang dengan segala kelebihan fitur yang dimiliki rupanya tak hanya membuatnya terlihat makin gagah, namun juga modern. Pembaruan mesin yang telah diaplikasikan teknologi VNT terbukti mendongkrak tenaganya sekian persen dari sebelumnya. Kali ini Fortuner memiliki tenaga 144 PS dengan torsi 343 NM, cukup signifikan bukan perbedaanya ketimabang jenis lawasnya.

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Sempat merasakan beberapa waktu lalu menggunakan Fortuner VNT M/T. Baik dari putaran atas hingga bawahnya terus terisi sehingga suplai power tidak terasa kosong. Meski saat merasakan varian matiknya masih sedikit lamban di bawah, namun putaran atasnya tak kalah bertenaga dengan yang manual.

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Intinya bukan permasalahan tenaga, namun performa kelincahan handlingnya. Sayang tubuh gambot Fortuner membuat pergerakanya terasa kaku. Bahkan saat dijalan berkelok dengan kecepatan sedang gejala limbung cukup terasa. Kaki-kaki yang telah ditopang oleh Double Wishbone with Coil Spring & stabilizer dibagian depan dan 4 Link w/ Lateral Rod and Coil Spring untuk belakangnya teras masih kurang mampu mengimbangi bobot badannya walau pada varian TRD memiliki jenis suspensi yang lebih keras sekalipun tapi ini sudah hukum fisika.

Chevrolet Captiva VCDi

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Berbeda dengan Fortuner, meski Captiva Dieselnya dilengkapi dengan mesin 2.0L turbodiesl VCDi, namun ia memiliki tenaga yang lebih besar, 163 PS dan torsi 360 Nm. Selain itu Captiva juga diklaim jauh lebih irit ketimabng rivalnya tadi. Tentu dengan bobot kapasitas mesin yang lebih kecildan dimensi yang lebih kompak secara logsi Captiva menang dalam hal konsumsi bahan bakar.

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Inilah yang menjadi kelebihan SUV Diesel asal Amerika ini, desain bodi yang kompak membuatnya pun lebih lincah diajak bermanuver ketimbang Fortuner. Dukungan suspensi McPherson Strut with Coil Spring disektor depan dan Independent for 4 Link with Coil Spring Self Levelizer pada bagian belakang yang mampu beradaptasi sesuai medan terbukti cukup membantu dalam hal kenyamanan dan performa handling. Belumlagi ia juga ditopang dengan Rack & Pinion with Hydraulic juga Hydraulic Power Assisted Steering untuk system steeringnya.

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Meyingung mengenai performanya, tentu Captiva tak kalah saing dengan Fortuner, terlebih memang ia memiliki power yang lebih besar. Tapi sayangnya, Chevrolet hanya membekali varian Captiva dengan transmisi otomatis tidak seperti Toyota yang menyediakan Fortuner dalam transmisi manual dan otomatis.

Kesimpulan:

Untuk Kali ini sepertinya pilihan mengacu pada Captiva VCDi dengan keunggulan sisi handling dan mesinnya. Namun begitu, Toyota tak hanya unggul dalam hal kemewahan yang ditawarkannya tapi juga sisi aftersalesnya. Balik lagi pilihan tetap ada di tanggan Anda.