Tampilkan postingan dengan label REVIEW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REVIEW. Tampilkan semua postingan
Dibandingkan dengan mobil manapun, BMW 4-series tetap akan menarik perhatian Anda. Lebih panjang, ceper, dan lebih luas dari saudaranya BMW 3-seri. Mobil jenis coupe dua pintu ini dilengkapi dengan sasis yang ringan, memiliki tingkat stabilitas yang sangat baik, dan kontrol yang sangat bagus. Masukan mobil ini dalam daftar mobil yang akan Anda beli. Dan mungkin beberapa orang akan bertanya tentang keputusan membeli mobil ini.




Sebagai mobil mewah jenis coupe, bermesin empat-silinder AWD berbeda dengan mobil lain yang memiliki beberapa masalah kebisingan dan getaran. Melaju pada medan yang kasar serta jalan yang tidak rata jangan berharap mobil dengan harga $43.700 ini bisa menjadi mobil mewah yang seperti Anda inginkan. Ada suara bising yang dihasilkan ketika beralih dari rpm rendah ke putaran atas. Dan mesin turbo empat silinder sedikit kasar jika di ajak berakselerasi, sesuatu yang mungkin tidak Anda temui pada Volkswagen GTI 2.0-liter turbo. So, jika Anda akan membeli mobil ini, mungkin lebih baik Anda menyiapkan tambahan sebesar $ 5.500 untuk membeli BMW 435i.
Tampilan All-New Honda Civic jauh lebih simple, namun sarat dengan kesan sporty dan kemewahan di kelasnya. All-New Honda Civic yang sekarang memang terlihat lebih ringkas ketimbang generasi sebelumnya yang sedikit lebar. Kolaborasi untuk menampilkan sisi sport dan elegan cukup jelas tergambarkan di bagian depan dengan adanya grill berlapis chrome juga list pada fog lamp, sedangkan lampu utama yang menyipit dan telah dilengkapi dengan HID dan Projector terlihat cukup tajam dari samping yang menguatkan images sporty-nya.


Bila bertanya apa sedan Honda yang paling melegenda, maka Honda Civic adalah jawabnya. Kebesaran nama Honda Civic di kancah dunia otomotif dimulai sejak 1972 yang pertama kali meluncur dalam bentuk coupe 2 pintu dan hatchback 3 pintu dimodali mesin 4 silinder 1.3L.


Setelah Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 jadi momentum pijakan pertama Suzuki All New Swift untuk hadir di Tanah Air, kemarin (13/11/2012), PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk pertama kalinya mengajak sejumlah media melakukan test drive Suzuki All New Swift dari Jakarta menuju Bogor, Jawa Barat.

Suzuki All New Swift
Umumnya mobil besar menjadi salah satu pilihan sebagai kendaraan keluarga, tak salah bila segment SUV menjadi incaran mobil keluarga karena tingkat kenyamanan dan akomodasi muatannya.



Toyota Fortuner VNT dan Chevrolet Captiva VCDi merupakan salah satu SUV incaran keluarga, karena selain diklaim mesin diesel jauh lebih irit dan memiliki torsi yang lebih besar juga karena tingkat kelapangan kabin yang membuat penumpangnya merasa nyaman. Namun tentu masih ada segi plus-minus dan kekurangan dari tiap kendaraan, apa saja ? simak ulasannya...

Toyota Fortuner VNT


Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Datang sebagai mobil SUV sudah tentu Fortuner memiliki dimensi interior yang lapang, baik untuk penumpang maupun disisi bagasinya. Dari hasil pengamatan antara Fortuner diesel yang lama dengan yang saat memang tak ada perbedaan desain interiorya alias masih sama. Ruang depan antara pengendara dan penumpang samping memang cukup lapang, bahkan bagi seukuran rata-rata orang dewasa di Indonesia Fortuner malah terlalu besar. Selain itu adanya ornamen bertemakan wood panel makin membut Fortuner terasa elegan.

Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Jok dengan model two-tone tampak mewah dan memberi kesan fresh dan nyaman, begitu juga untuk baris keduanya tingkat kelapangan masih cukup mempuni sehingga saat melakukan perjalanan panjang bersama Fortuner penumpang akan merasa nyaman. Namun sedikit dilema bagi orang yang memiliki tinggi tubuh sekitar 170 cm, karena ketika ia duduk dibaris ke-2 atap Fortuner terasa pendek, hal yang sama juga terasa ketika duduk dibangku baris ke-3. Namun meski bermodalkan mesin diesel raungan mesinnya terasa tak begitu bising hingga masuk kedalam interior.

Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Tingkat kenyamanan lain yang didapat dari Fortuner adalah mengenai jarak ground clearancenya yang tinggi hingga menguntungkan ketika meibas dijalan-jalan rusak, ditambah penggunaan suspensi Double Wishbone lengkap untuk stabilizer dibagian depan dan 4 Link dengan Lateral Rod dibagian belakang yang mampu memberikan efek redam cukup baik.

Chevrolet Captiva VCDi

SUV asal Amerikan ini memiliki gen 7 penumpang, ruang kabinya dalam terasa cukup nyaman dan lapang. Desain eksterior yang kompak cukup terasa juga hingga bagian ruang interiornya. Sayang Captiva hanya dimodali dengan jok berbahan fabric hingga membuat tampilan interiornya tak senyaman Fortuner.

Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Meski memiliki sisi leg room yang yang tak kalah dengan Fortuner namun tetap saja hal ini hanya berlaku pada sisi pengendara hingga baris kedua, sedangkan di barisan belakang yang terdapat dua jok penumpang lagi terasa tak berfungsi akibat ruang kaku yang terkesan memaksa, jadi jangan harap anda bisa bernyaman-yaman ria ketika berada dibarisan belakang. Satu hal yang menjadi point lebih dari interior VCDi yaitu tingkat kekedapannya hingga suara bising diluar dapat diredam dengan baik sehingga tak menggangu kenyamanan di dalam kabin.

Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Kelebihan lain yang dimiliki oleh Captiva VCDi dalam hal kenyamanan adalah suspensi MacPherson Sturt with Coil Spring dan Independet 4 Link with Coil Spring dibagian belakangnya. Sistem 4 link levelizer pada suspensi belakang memberikan kenyamanan yang cukup baik di hampir semua jenis permukaan jalan. Dengan teknologi ini suspesni New Captiva akan mendeteksi berat beban yang ada di kabin dan melakukan settingan secara otomatis. Dengan begitu, mobil tidak akan terlihat membawa muatan berlebih dan menyesuaikan kekerasannya dengan medan yang dilalui.



Captiva VCDi vs Toyota Fortuner VNT

Kesimpulan:

Secara garis besar lagi-lagi mengenai kenyamanan Fortuner lebih unggul mengingat desain interiornya yang dibuat sedemikian rupa hingga menjamin kenyamanan para penumpangnya. Untuk Captiva sendiri meski memiliki teknologi yang dapat dikatakan canggih dalam hal suspensi, tapi rasanya perlu sedikit adanya pembenahan di materi interior khusus bagian jok.
Umumnya mobil berukuran besar layaknya SUV mapun MPV memiliki titik kelemahan handling yang kurang greget, alias nggak lincah.

Toyota Fortuner VNT


Nah diantara Toyota Fortuner dan Chevrolet Captiva kira-kira siapa yang memiliki handling lebih baik sebagai SUV Diesel keluarga?

Toyota Fortuner VCDi

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Datang dengan segala kelebihan fitur yang dimiliki rupanya tak hanya membuatnya terlihat makin gagah, namun juga modern. Pembaruan mesin yang telah diaplikasikan teknologi VNT terbukti mendongkrak tenaganya sekian persen dari sebelumnya. Kali ini Fortuner memiliki tenaga 144 PS dengan torsi 343 NM, cukup signifikan bukan perbedaanya ketimabang jenis lawasnya.

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Sempat merasakan beberapa waktu lalu menggunakan Fortuner VNT M/T. Baik dari putaran atas hingga bawahnya terus terisi sehingga suplai power tidak terasa kosong. Meski saat merasakan varian matiknya masih sedikit lamban di bawah, namun putaran atasnya tak kalah bertenaga dengan yang manual.

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Intinya bukan permasalahan tenaga, namun performa kelincahan handlingnya. Sayang tubuh gambot Fortuner membuat pergerakanya terasa kaku. Bahkan saat dijalan berkelok dengan kecepatan sedang gejala limbung cukup terasa. Kaki-kaki yang telah ditopang oleh Double Wishbone with Coil Spring & stabilizer dibagian depan dan 4 Link w/ Lateral Rod and Coil Spring untuk belakangnya teras masih kurang mampu mengimbangi bobot badannya walau pada varian TRD memiliki jenis suspensi yang lebih keras sekalipun tapi ini sudah hukum fisika.

Chevrolet Captiva VCDi

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Berbeda dengan Fortuner, meski Captiva Dieselnya dilengkapi dengan mesin 2.0L turbodiesl VCDi, namun ia memiliki tenaga yang lebih besar, 163 PS dan torsi 360 Nm. Selain itu Captiva juga diklaim jauh lebih irit ketimabng rivalnya tadi. Tentu dengan bobot kapasitas mesin yang lebih kecildan dimensi yang lebih kompak secara logsi Captiva menang dalam hal konsumsi bahan bakar.

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Inilah yang menjadi kelebihan SUV Diesel asal Amerika ini, desain bodi yang kompak membuatnya pun lebih lincah diajak bermanuver ketimbang Fortuner. Dukungan suspensi McPherson Strut with Coil Spring disektor depan dan Independent for 4 Link with Coil Spring Self Levelizer pada bagian belakang yang mampu beradaptasi sesuai medan terbukti cukup membantu dalam hal kenyamanan dan performa handling. Belumlagi ia juga ditopang dengan Rack & Pinion with Hydraulic juga Hydraulic Power Assisted Steering untuk system steeringnya.

Toyota Fortuner VNT vs Chevrolet Captiva VCDi

Meyingung mengenai performanya, tentu Captiva tak kalah saing dengan Fortuner, terlebih memang ia memiliki power yang lebih besar. Tapi sayangnya, Chevrolet hanya membekali varian Captiva dengan transmisi otomatis tidak seperti Toyota yang menyediakan Fortuner dalam transmisi manual dan otomatis.

Kesimpulan:

Untuk Kali ini sepertinya pilihan mengacu pada Captiva VCDi dengan keunggulan sisi handling dan mesinnya. Namun begitu, Toyota tak hanya unggul dalam hal kemewahan yang ditawarkannya tapi juga sisi aftersalesnya. Balik lagi pilihan tetap ada di tanggan Anda.
Autech Japan Inc merupakan perusahaan yang didirikan oleh Nissan Motor Company Limited Jepang sejak 1986 guna merancang khusus sebuah kendaraan untuk tujuan tertentu dengan bisnis utamanya sebagai SV (Speciality Vehicle), LV (Life Care Vehicle) dan WV (Work Use Vehicle).

Nissan Navara Sportversion
Mungil dan lincah, itu ungkapan yang tertuang ketika menjajal varian baru Honda disegmen city car, Honda Brio beberapa waktu lalu.


Honda Brio E A/T



Teknologi hybrid yang disematkan pada All New Toyota Camry bisa dibilang merupakan suatu gebrakan yang cukup apik di hadirkan oleh Toyota di Indonesia. Bagaimana tidak, tak hanya menghadirkan suatu kemewahan dari sebuah sedan, namun juga fitur teknologi yang dikembangkan bersama dengan performa mesin yang sarat akan efesiensi bahan bakar.

Toyota All New Camry Hybrid


Toyota Camry dan hybrid merupakan dua kata yang punya popularitas berbeda ketika singgah di Indonesia. Toyota Camry Camry selama ini terkenal sebagai satu sedan papan atas dari Jepang yang kerap diindentikkan dengan mobil para pejabat. Sementara hybrid banyak yang belum paham tentang seluk beluknya.



Meski demikian PT Toyota Astra Motor (TAM) coba mengkombinasikan kedua hal tersebut. Booming di negara-negara maju membuat pemegang merek Toyota di dalam negeri ini yakin akan kesuksesan Toyota All New Camry Hybrid.

Mungkin terlalu panjang untuk membahas seluk beluk dan cara kerja hybrid pada All New Camry, namun kami coba menyajikan bagaimana performa dan paket komplit yang ditawarkan sedan bermesin bensin dengan tambahan motor listrik tersebut. Berikut ulasannya!

Design



Muncul dengan sebutan "All New", Toyota Camry memang harus mengalami ubahan total dari generasi pendahulunya. Begitupun dengan versi hybrid yang satu ini. Walau di Indonesia tidak pernah ada Toyota Camry hybrid pada masa-masa lampau, tapi secara desain kami coba membandingkan dengan Camry terdahulu.





Makin sporty tapi tidak meninggalkan kesan ekslusivitas. Itulah sedikit kesimpulan yang kami dapat ketika memandangi sosok All New Camry hybrid detil demi detil. Mulai dari front facia misalnya, baik grill, kap mesin, headlamp, hingga bumper dan rumah foglamp dibentuk ulang oleh Toyota. Semua bagian ini muncul dengan desain serba meruncing yang sporty. Tapi aksen krom pada grill dan foglamp benar-benar membuat Camry tak mau kehilangan jati dirinya sebagai sedan papan atas.



All New Camry juga tampil dengan desain lebih landai. Namun ada beberapa bagian yang dibuat sedikit menyiku sehingga terkesan agresif. Unsur elegan ditopang pula dari penggunaan velg alloy multi spoke 17 inci. "Mirip mobil Eropa ya," ujar seorang rekan saat sesi foto bagian sisi All New Camry Hybrid beberapa waktu lalu.



Ubahan yang cukup drastis juga dilakukan Toyota pada bentuk buritan All New Camry hybrid. Rear combination lamp kini tampil serba meruncing, terlihat futuristik sekaligus sporty. Tapi crome plate dan bentuk bumper belakang justru membungkus sedan Jepang itu dengan tema kemewahan. Tak lupa emblem Hybrid Synergy Drive bernuansa biru muda jadi identitas jika Camry yang satu ini diperkuat mesin hybrid.



Nah, jika dibagian luar ada sedikit ramuan tema sporty, maka ketika masuk ke kabin All New Camry Hybrid, maka kami langsung disajikan tampilan yang sangat elegan. Jok pengemudi dan penumpang serta doortrim dilapis kulit lembut berwarna beige. Sementara plafon dibalut beludru, dan dashboard dibungkus ulang dengan kulit berkelir hitam dengan jahitan yang sengaja ditonjolkan.



Tata letak panel-panel instrument juga berbeda dibanding Camry terdahulu. Kesan mewah makin lengkap dengan adanya aksen wood pada sebagian lingkar kemudi, dashboard, center console, dan doortrim. Kemewahan ini bukan cuma dihadirkan untuk ruang pengemudi dan penumpang depan tapi juga senada dengan penumpang belakang. Jadi mau duduk di depan atau belakang Anda akan mendapatkan nuansa elegan yang merata.

Performance

Inilah bagian paling menarik dari All New Camry Hybrid. Diposisikan sebagai pengganti Camry 3.5 Q yang menjadi top grade Toyota Camry sebelumnya, tentu banyak spekulasi muncul tentang ketangguhan All New Camry Hybrid setelah dipasangkan motor listrik pada mesin bensinnya.



Mengusung mesin 2AR-FXE berkapasitas 2.493 cc 4 silinder DOHC Dual VVT-i, All New Camry Hybrid diatas kertas memang jauh dari Camry 3.5 Q. Versi hybrid 6-speed automatic ini diklaim mampu menghasilkan tenaga 156 hp pada 5.700 rpm, plus motor listrik. Tapi jangan remehkan dulu All New Camry hybrid, mengingat teknologi hybrid mampu memberikan konsekuensi efisiensi bahan bakar yang lebih mumpuni.



Hal itu kami rasakan sendiri saat pengujian beberapa waktu lalu. Ketika tombol start-stop berwarna biru ditekan, tidak ada suara sama sekali keluar dari ruang mesin. Disinilah motor listrik dan baterai hybrid bekerja. Berjalan dengan kecepatan hingga 40 km/jam motor listrik masih mampu beroperasi dengan mode EV (Electric Vehicle). Baru ketika pedal gas diinjak lebih dalam, mesin konvensionalnya menggantikan kerja motor listrik. Pada mode Power ini, sensasinya mirip Camry 3.5 Q. Tapi entah karena beban motor listrik atau dimensi yang melar, akselerasinya tidak sespontan Camry 3.5 Q.



Menariknya, selain ada mode EV dan Power, All New Camry Hybrid juga dibekali mode Eco. Tingga tekan tuas Eco Mode yang ada dibawah Control AC, maka sistem komputer akan mempertahankan kecepatan mobil. Sistem akan bekerja membuat mobil melaju dengan kecepatan konstan, jadi ketika Anda ingin akselerasi saat Eco Mode diaktifkan, maka mobil seakan dipaksa untuk tidak menaikkan kecepatan secara tiba-tiba.



Anda juga tidak akan menemukan tachometer pada panel instrument di dashboard All New Camry Hybrid. Tetapi hanya ada petunjuk kecepatan mobil dalam km/jam, panel meter untuk EV, Eco, dan Power mode, serta panel meter untuk memantau konsumsi BBM secara real time. Ada pula Multi Information Display (MID) yang berisi informasi jarak tempuh kendaraan, konsumsi BBM, dan juga jarak tempuh yang masih bisa dilakukan dengan kapasitas BBM tersisa.



Mengendarai All New Camry Hybrid memang tak jauh berbeda sensasinya dengan Camry terdahulu. Handling masih cukup baik untuk diajak meliuk dijalan-jalan berkelok atau menyalip beberapa kendaraan di jalan raya. Tapi bicara konsumsi bahan bakar, dari data MID yang ada di panel dashboard menunjukkan, pada kondisi Eco kami mencatat konsumsi BBM mencapai 19 km/liter. Sementara pada mode Power konsumsi BBM 14-15 km/liter.

Comfort

Ubahan yang dilakukan Toyota pada All New Camry termasuk versi hybridnya bukan sekedar tampilan yang mewah luar dalam, tapi juga kenyamanan yang meningkat. Toyota Camry yang sedari dulu diposisikan bagi kalangan mapan masih menyajikan kenyamanan ekstra baik untuk pengemudi maupun penumpang.



Dari sisi pengemudi, visibilitas kearah depan, samping dan belakang sangat baik. Posisi duduk juga mampu diatur sesuai ragam postur tubuh orang Indonesia. Tombol-tombol control, baik yang ada di stir, ataupun center console mudah dijangkau pengemudi. Sementara bagi penumpang belakang, kenyamanan juga ditambah adanya sun guard baik di kaca samping maupun kaca belakang. Khusus kaca belakang, sun guard bisa otomatis turun saat posisi tuas transmisi ada di "R" (mundur).



Melintasi jalan dengan permukaan yang mulus maupun bergelombang, suspensi jenis MacPherson Strut dan Dual-Link Strut Rear Suspension mampu memberikan bantingan yang nyaman tidak hanya di sisi pengemudi maupun ketika mencoba duduk di bangku penumpang belakang.



Walau diposisikan sebagai mobil mewah, tapi All New Camry Hybrid tak melupakan ragam tempat penyimpanan. Baik glove box, console box, maupun cup holder tersebar dihampir semua sudut kabin mobil. Fasilitas ini tentunya jadi nilai tambah kenyamanan Anda selama perjalanan dengan All New Camry Hybrid.

Fitur



Ada banyak teknologi mutakhir yang disematkan pada All New Camry hybrid. Paling menonjol memang perihal motor hybrid dan baterai listrik yang tertanam bersama mesin bensin konvensionalnya. Tapi All New Camry Hybrid bukan sekedar sedan bermesin hybrid dengan teknologi tinggi, ada pula sederet fitur-fitur unggulan yang layak jadi poin plus.

Dalam hal penunjang kenyamanan pengemudi dan penumpang depan misalnya, semua jok dapat diatur posisinya secara elektrik. Suhu AC juga tidak lagi dual zone melainkan 3 zone. Agar makin lengkap semua kursi juga dibekali pemanas. Khusus pengemudi, posisi tempat duduk dan stir bisa disimpan dalam memory, dan untuk penumpang belakang, semua pengaturan itu ada di control yang diletakkan pada handrest.



Sedangkan dari sisi perangkat hiburan, All New Camry Hybrid juga sudah dipersenjatai entertainment system 2 Din Audio Video Navi yang dilengkapi dengan 8 unit JBL Edge Speaker. Audio system ini bisa memutar siaran radio FM/AM serta file dalam format CD, MP3, DVD, dan WMA. Agar memudahkan pengemudi, pengaturan audio system juga bisa dilakukan melalui steering switch.



Agar menunjang keselamatan pengemudi dan penumpang didalamnya, fitur-fitur seperti SRS Airbag bagi driver dan penumpang depan, side airbags, ABS, EBD, BA, Side Door Impact Beam, Rear Parking Camera, jadi perangkat yang sudah menempel pada All New Camry Hybrid.

Price



Masuk dalam kelas sedan mewah, All New Camry Hybrid berjejer dengan Honda New Accord, BMW Seri 5, maupun Mercedes-Benz E-Class. Tapi Toyota boleh bertepuk dada, karena teknologi hybrid pada Camry tidak ada pada kompetitornya. Dengan benderol Rp.635,6 juta on the road Jakarta, All New Camry Hybrid menawarkan sedan mewah dengan teknologi hybrid.

SOURCE: BOSMOBIL.COM
"Agresif, elegan, dan kompak" ketiga kata tersebut cukup mewakilkan sosok dari BMW 116i yang datang dari keluarga Seri-1 dengan line up hatchback sebagai penerus generasi ke-2nya.


Penyuka sedan premium papan tengah boleh melirik Audi New A6 jika sedikit ingin berpaling dari BMW Seri 5 atau Mercedes-Benz E-Class. Bukan hanya desainnya yang menawan tapi juga banyak fitur baru yang ditawarkan pabrikan Jerman berlambang empat cincin tersebut.